Laworo (Portal Kendari) – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muna Barat, Edison, menyambut kunjungan Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Muhammad Ruslan Emba, beserta tim dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program strategis pertanahan di wilayah Muna Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Edison memaparkan kondisi sumber daya manusia di Kantor Pertanahan Muna Barat yang berjumlah 37 orang, terdiri dari 22 PNS/CPNS, 3 PPPK, 4 PPNPN, dan 8 tenaga outsourcing.
Ia juga menyoroti capaian kegiatan wakaf tahun 2025 yang menargetkan 38 bidang tanah wakaf dan rumah ibadah, di mana 15 bidang telah terukur, termasuk 2 bidang dari target Kementerian yang direncanakan akan diterbitkan sertifikatnya dalam dua pekan ke depan.
Selain itu, Edison menyampaikan bahwa kualitas data pertanahan Kabupaten Muna Barat kini berada di peringkat ke-8 se-Sulawesi Tenggara, meningkat dari posisi ke-10 pada saat rapat kerja sebelumnya. Untuk program PTSL, target 600 bidang telah diselesaikan dan kini memasuki tahap penyerahan. Sementara itu, target SHAT tahun 2026 diproyeksikan mencapai 4.063 bidang, dengan rencana penetapan lokasi mencakup 86 desa.
Kabid Penetapan Hak dan Pendaftaran, La Ode Muhammad Ruslan Emba, menekankan pentingnya persiapan sejak dini dalam menghadapi target besar tahun 2026. Ia mendorong agar perencanaan SHAT dan PBT segera dimatangkan, karena menurutnya,
“Jika perencanaan sudah ada, maka 5 persen kesuksesan telah dicapai.” katanya saat kunjungan monitoring di Kantor Pertanahan Kab. Muna Barat, Senin (25/8)
Ia juga mengarahkan agar fokus wilayah kerja ditentukan secara strategis dan mendorong integrasi data NIK, NIB, dan NOP sebagai bagian dari transformasi digital layanan pertanahan.
Dalam era peralihan menuju layanan elektronik, seperti Hak Tanggungan Elektronik dan Pengecekan Elektronik, Ruslan mengajak seluruh jajaran untuk menciptakan inovasi yang berdampak nasional.
Ia juga menekankan pentingnya pengukuran sebagai fondasi layanan elektronik yang cepat dan akurat.
Edison menambahkan bahwa Kantor Pertanahan Muna Barat telah siap mendukung transformasi digital, mengingat jumlah permohonan layanan elektronik di wilayahnya masih relatif rendah.
Ia berharap dengan peta lengkap dan data kabupaten yang terintegrasi, investasi di Muna Barat dapat meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan dan berkelanjutan.” pungkasnya










